Popular Posts

Dua Copet Berhasil di Amankan Polisi Karena Terjebak Macet

Dua Copet Berhasil di Amankan Polisi Karena Terjebak Macet

Post ibukota – Dua pemuda penjambret Evin (17) Sahrus (18) berhasil ditangkap pihak kepolisian karena melakukan penjambretan kepada seorang wanita di kawasan Pamulang Tangrang Selatan, kedua penjambret ini awalnya berhasil ditangkap oleh massa karena terjebak oleh macet.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan kedua penjambret ini pada awalnya datang dari arah belakang ketika korban sedang berhenti di pinggir jalan Witana Harja, kemudian kedua orang ini merampas tas korban.

Diketahui penjambretan tersebut terjadi pada pukul 15:00 WIB, nama korban penjambretan tersebut adalah Sarah Nur Atikah, saat tasnya dirampas, korban mengejar pelaku dengan motor yang dipakainya dan meneriak maling saat pelaku hendak kabur.

Namun sialnya pelaku terjebak kemacetan, warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian berhasil menangkap kedua pelaku, namun pelaku dapat terhindar dari amukan massa yang sudah mulai ramai karena Team Vipers yang datang untuk mengamankan kedua pelaku.

Dari hasil penangkapan tersebut pihak kepolisian berhasil mengamankan tas dan juga motor pelaku yang dijadikan alat untuk melakukan aksinya, atas perbuatannya tersebut pelaku dikenakan dengan pasal 364 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara Post ibukota.



Kalijodo Telah Ditertibkan, Kini Giliran Pasar Ikan dan Bukit Duri

Kalijodo Telah Ditertibkan, Kini Giliran Pasar Ikan dan Bukit Duri


Post Ibukota – Pemerintah DKI Jakarta kini telah melakukan penggusuran terhadap bedeg-bedeg yang terdapat pada kawasan Kalijodo, dimana bedeg-bedeg tersebut digunakan untuk tempat melakukan maksiat, dan pemerintah setelah menertibkan Kalijodo selanjutnya akan melakukan penertiban ke beberapa lokasi lain lagi.

Kasatpol PP DKI Jakarta Jupan Royter Tampubolon mengatakan setelah Kalijodo, kami akan melakukan penertiban di Bukit Duri dan juga Pasar Ikan Jakarta utara, ucap Jupan saat berada di Kawasan Kolong Tol Kalijodo saat melakukan penertiban.

Saat melakukan penertiban, Jupan mengaku masih banyak mendapatkan kendala seperti premanisma, akan tetapi dirinya tidak khawatir karena mendapatkan backup dari pihak kepolisian.

Jupan mengatakan banyak teman-teman yang takut karena terdapat premanisme, Jupan mengatakan pihaknya juga menemukan premanisme pada setiap akan melakukan penertiban, kemudian Jupan pun telah memperingatkan apabila menemukan tindak premanisme langsung lapor ke atasan.

Kemudian Satpol PP di setiap kecamatan akan langsung bertindak tegas, apabila takut lapor pada camat kemudian undang Kapolsek dan Danramil.

Jupan mengatakan akan menjaga lokasi yang telah ditertibkan, terutama setelah menjelang lebaran nanti, pasti akan menjadi momen tepat untuk dibangun bedeg lagi karena sepi Post Ibukota.

Polda Metro Jaya Kembali Menegaskan Tidak Ada Kriminalisasi Ulama

Polda Metro Jaya Kembali Menegaskan Tidak Ada Kriminalisasi Ulama

Post ibukota – Kapolda Metro Jaya menegaskan tidak ada kriminalisasi terhadap Ulama, dimana sebelumnya banyak beredar isu terjadi kriminalisasi terhadap Pemimpin Front Pembela Islam Habib Rizieq.

Iriawan mengatakan dimata hukum semuanya sama, hal tersebut juga termasuk dengan ulama, dan kini kita telah menyatakan status Rizieq Shibab sebagai tersangka pada kasus pornografi yang melibatkan Firza husein.

Iriawan juga membantah upaya dalam menangani kasus Rizieq adalah sebuah kriminalisasi kepada ulama yang dilakukan oleh pihak kepolisan.

Iriawan mengatakan, Saya bersumpah tidak ada kriminalisasi, apabila terjadi kriminalisasi saya akan menanggung dosanya.

Dimana sebelumnya penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyatakan Rizieq berstatus tersangka pada kasus chat yang berkonten pornografi dengan Firza Husein Post ibukota .

Amien Rais Akan Umrah Seperti Yang Di Lakukan Rizieq

Amien Rais Akan Umrah Seperti Yang Di Lakukan Rizieq


Post ibukota – Amien Rais Mantan Ketua Umum PAN sebelumnya dikabarkan gagal untuk menemui pemimpin KPK, Amien Rais yang ingin menemui pemimpin KPK karena namanya disebut oleh Jaksa Penuntut pada kasus aliran dana atas terdakwa Siti Fadilah Supari.

Namun kini tersebar Amien Rais akan berangkat Umrah ke Arab Saudi, dimana kita ketahui Rizieq yang kini telah dijadikan sebagai tersangka atas kasus Baladacintarizieq juga melarikan diri ke Arab Saudi untuk menghindari jeratan hukum yang kini menimpanya.

Akan tetapi Amien Rais mengatakan setelah pulang dari Umrah memastikan akan menemui pemimpin KPK, namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah Amien Rais setelah Umrah akan kembali ke Indonesia atau mengikuti jejak Rizieq Shihab dan tidak kembali ke tanah air.

Sebelumnya dikatakan Amien Rais yang tidak jadi untuk menemui pemimpin KPK kemudian mengirimkan utusan untuk menemui pihak KPK.

Dari keterangan utusan Amien Rais mengatakan Amien Rais akan kembali lagi untuk menemui pemimpin KPK setelah kembali dari ibadah umrah, namun pihak KPK menegaskan tidak akan menemui orang yang berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani Post ibukota.



Pemasok Sajam Geng Sanca Bergoyang Telah di Ringkus Kepolisian

Pemasok Sajam Geng Sanca Bergoyang Telah di Ringkus Kepolisian

Post ibukotaAnggota geng Sanca Bergoyang KT(18) dan DS(17) telah diringkus oleh pihak kepolisian di kawasan Sukatani, Tapos, Depok, dari kedua tersangka yang ditangkap adalah merupakan pemasok sajam geng-geng yang melakukan tawuran.

Pelaku yang ditangkap ini adalah warga dari Kampung Sidangkarsa, kedua orang tersebut berhasil di ringkus oleh pihak kepolisian Polres Depok di Jalan Pertigaan Dongkal, Sukatani, Tapos, Depok pada senin 5 Juni 2017.

Kedua tersangka tersebut ditangkap sedang membawa senjata tajam, kedua tersangka tersebut diringkus oleh tim buser saat melakukan operasi di wilayah Tapos dan Cimanggis, kedua tersangka kedapatan sedang membawa senjata tajam bersama dengan teman yang melintas di kawasan tersebut.

Dari hasil penangkapan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 bilah celurit, dan saat di lakukan interogasi kedua tersangka mengaku celurit tersebut diproduksi sendiri, tersangka mengaku membuat senjata tersebut di sebuah usaha perabotan dapur yang berlokasi di JL bakti ABRI, Tapos, Depok.

Tersangka mengaku membuat senjata tersebut untuk di jual dan juga di gunakan oleh kelompoknya sendiri, dan senjata tersebut di jual melalui media sosial ke geng lain.

Atas perbuatan tersebut kedua tersangka di jerat dengan pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan hukuman minimal 10 tahun penjara Post ibukota.



 
Belajar Judi Berita Artis Terkini Kabar Terkini Jadwal Bola Hari ini Jadwal Bola Hari ini TVN24 Online Mydetikcom Semangat NKRI Sindo Daily News Kompasindo News Analisa Berita Analisa Terkini Jendela Berita Online Lensa Berita Terkini Harian Radar Post sabung ayam pw Agen sbobet penipu poker texas boya situs resmi sbobet sbobet link sbobet asia mobile sbobet casino login maxbet login situs judi online situs poker terpercaya Sbobet Online Login Wap Sbobet Mobile Daftar Sbobet Mobile Indobet